Kesulitan Implementasi Program Akuntansi

Program akuntansi yang dimaksud disini adalah software akuntansi atau accounting software dalam bahasa inggris.

Software Akuntansi pasti dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Sayangnya banyak sekali perusahaan Indonesia yang masih pakai manual, sehingga pekerjaan membuat laporan menjadi lama. Bahkan banyak pula perusahaan kecil yang tidak menggunakan laporan akuntansi standar, yang penting usaha berjalan,  keliatannya untung maju terus...

Tetapi ketika sudah membeli software akuntansi dan mulai memakainya sering kali pengguna mengalami kesulitan dan tidak ada jalan keluarnya. Sehingga balik lagi menggunakan data manual (excel)

Kami kebetulan sudah berkecimpung sudah 12 tahun dalam software akuntansi. Selama 12 tahun melakukan develop, analisa dan berkeliling dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Berdasarkan analisa hasil implementasi dari  perusahaan distribusi, dealer, bengkel, kitchenset, tambang pasir, rumah sakit, koperasi, rental, otomotif dan berbagai jenis perusahaan lainnya, Penyebab gagalnya implementasi software akuntansi antara lain

1. Pengguna belum paham akuntansi
    Banyak pengguna yang merasa sudah tahu akuntansi, padahal belum tahu sepenuhnya. Hal ini dapat dikenali dilaporan manualnya, yang hanya sebatas laporan uang masuk dan uang keluar saja serta laba rugi, tidak ada neraca dan laporan keuangan lainnnya. Setelah beralih ke software akuntansi maka banyak kesulitan yang harus dihadapi yang kadang pengguna juga pusing, yang mengimplementasikan software akuntansi juga pusing

2. Programmer/Implementator tidak memiliki keahlian akuntansi
Seringkali pengguna langsung order ke orang IT dalam hal ini programmer untuk membuatkan program akuntansi, yang notabenenya hanya 10% programmer yang tahu akuntansi. Sehingga seringkali miss komunikasi dan akhirnya project pun gagal. Anda harus berhati-hati lebih dari 50% project implementasi gagal karena hal ini.

3. Kedua belah pihak tidak commit untuk project implementasi software akuntansi
Yang dimaksud disini, seringkali harga software terlalu murah, sehingga penyedia software hanya memberikan training terbatas, misalnya 3x training, terus dilepas. Selanjutnya ketika ditelpon pun agak susah, dan akhirnya dibiarkan begitu saja programnya. Kasus-kasus yang muncul pada saat penggunaan program tentu sangat banyak. Harga software akuntansi beraneka ragam, dari mulai yang gratis sampai ratusan juga rupiah. Tetapi harga juga menentukan layanan dan kualitas, mendingan harga mahal sedikit daripada beli murah tetapi tidak berhasil diterapkan, uang anda akan melayang sia-sia.




4. Spesifikasi yang kurang tepat

Kadang suatu perusahaan sudah memiliki sistem/aplikasi untuk operasional, sehingga ketika memakai software akuntansi maka transaksi yang sama diinput kembali ke program akuntansi. Hal ini tentu sangat-sangat tidak efektif. Bukanya malah meringankan pekerjaan malah nambah pekerjaan. Misalnya perusahaan X bergerak dalam bidang penjualan unit motor, setiap kali terjadi penjualan sepeda motor, di program operasionalnya harus diinput data motor, invoice, nama customer, pembayaran. Lalu di program akuntansi diinput ulang data yang sama.

Walaupun standar akuntansi itu sama disetiap perusahaan namun, setiap perusahaan punya karakteristik dan kondisi yang membedakan, sehingga ketika salah pilih software akuntansi maka ada beberapa hal yang menjadi kendala sehingga penerapan software akuntansi tidak mulus, dan laporan keuangan masih sering terlambat.
saran nya pilihlah software akuntansi yang ada ruang untuk setting ataupun custom, agar lebih cocok lagi dengan kondisi perusahaan. Untuk bahasa pemrograman tidak ada masalah baik PHP, Delphi, VB ataupun yang lain


Semangat...semoga sharing ini bermanfaat

Hadi Kusyanto S.Kom
081380321827








Tidak ada komentar:

Baca Juga